Mengenai Saya

Foto Saya
Herry Juliansyah
Terkadang hidup ini memang kejam

Sabtu, 02 Mei 2009

Tuntutan Agama Dalam Perkawinan


Dalam hukum perkawinan Islam terdapat ketentuan dan peraturan perkawinan yang lengkap meliputi dasar, tujuan, rukun dan larangan, syarat perkawinan dan kedudukan, hak dan kewajiban suami istri. Secara singkat hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Dasar Perkawinan
Dasar perkawinan menurut ajaran Islam, yang pertama adalah melaksanakan sunnatullah seperti tercantum dalam Al-qur’an. Artinya : ”Dan kawinlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan mereka yang berbudi pekerti baik, termasuk hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan yang perempuan..............” (QS. An Nur : 32)
Dan yang kedua adalah untuk mengamalkan sunnah Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi artinya : ”Perkawinan adalah peraturanku, barang siapa yang benci kepada peraturanku, bukanlah ia termasuk umatku” (Bukhari dan Muslim).

2. Tujuan Perkawinan
Tujuan perkawinan di dalam ajaran Islam yang pertama adalah seperti yang disebutkan dalam Al-qur’an. Artinya : ”Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah ia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepada-Nya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kaum yang berpikir” (QS. Ar rum : 21).
Tujuan yang kedua ialah untuk menenangkan pandangan mata dan menjaga kehormatan diri, sebagaimana dinyatakan dalam hadits dari Abdullah bin Masud, ia berkata telah bekata pada kami Rasulullah SAW, artinya : ”Hai sekalian pemuda, barang siapa di antara kamu yang telah sanggup kawin, maka hendaklah kawin, maka sesungguhnya kawin itu menghalangi pandangan (terhaap yang dilarang oleh agama) dan memelihara faraj dan barang siapa yang tidak sanggup hendaklah berpuasa, karena puasa itu adalah perisai baginya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain dari dua hal tersebut di atas maka tujuan yang ketiga adalah untuk mendapatkan keturunan yang sah, yang kuat iman, kuat ilmu dan kuat amal sehingga mereka itu akan dapat membangun hari depannya yang lebih baik, bagi dirinya, keluarganya dan masyarakat serta bangsa dan negaranya.
Dengan demikian maka rumusan tentang tujuan perkawinan yang ada di dalam undang-undang adalah sejalan dengan ajaran Islam yaitu untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal.

3. Kedudukan Suami dan Istri
Kalau dalam undang-undang perkawinan dinyatakan bahwa ”Hak dan kedudukan istri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat” maka di dalam ajaran Islam kedudukan suami dan istri adalah seperti disebutkan oleh Al-qur’an, artinya ”...............mereka itu pakaian bagimu, dan kamu pun pakaian bagi mereka” (Q.S. Al-Baqarah : 187). Demikian disebutkan pula di dalam Al-qur’an, artinya : “Dan bergaulah mereka (istri) dengan cara yang makruf atau baik” (Q.S. An Nisa’ : 19).
Bacaan lain yang mungkin sobat cari :

Comments :

3 orang yang suka kasih pendapat to “Tuntutan Agama Dalam Perkawinan”

Oooo gitu ya

Anonim mengatakan...
on 

siipp bro

Anonim mengatakan...
on 

terimakasih sob

Herry Juliansyah mengatakan...
on 

Poskan Komentar