Mengenai Saya

Foto Saya
Herry Juliansyah
Terkadang hidup ini memang kejam

Minggu, 12 Juli 2009

Puasa

Pengertian Puasa
Puasa (ash-shiyaam) menurut bahasa artinya adalah sama dengan “al-imsaak” yaitu menahan. Pengertian puasa menurut istilah syara’ ialah suatu amal ibadah yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari disertai niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah : 183).

Syarat Wajib Puasa
1. Islam
2. Baligh dan berakal.
3. Suci dari haidh dan nifas.
4. Mampu melaksanakan puasa

Syarat Sah Puasa
1. Islam
2. Tamyiz (bisa membedakan yang baik dan benar)
3. Suci dari haid dan nifas
4. Bukan pada hari yang diharamkan

Rukun Puasa
1. Niat, yaitu menyengajakan puasa di bulan Ramadhan.
2. Meninggalkan segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Sunnah Puasa
1. Makan sahur
2. Menyegerakan berbuka puasa
3. Berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis
4. Mengakhirkan waktu makan sahur.
5. Membaca do’a ketika berbuka.

Hal-Hal Yang Dimakruhkan Bagi Orang Yang Berpuasa
1. Berkata kotor.
2. Melambatkan berbuka.
3. Berbekam.
4. Bersikat gigi setelah tergelincir matahari.
5. Berkumur-kumur berlebihan.

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa
1. Muntah dengan sengaja.
2. Haidh atau nifas.
3. Jima’
4. Hilang kesadaran karena gila atau pingsan.
5. Memasukkan sesuatu ke dalam rongga dengan sengaja seperti makan, minum atau merokok.
6. Murtada (keluar dari agama Islam)

Hal-Hal Yang Membolehkan Tidak Berpuasa
1. Karena sakit yang menyebabkan seseorang tidak mampu berpuasa atau dengan penyakitnya ia masih mampu berpuasa tetapi akan menambah sakitnya atau memperlambat proses penyembuhan berdasarkan keterangan orang yang ahli dalam bidang ini (dokter).
2. Karena hamil dan menyusui anak.
3. Karena dalam perjalanan yang jauh (musafir)
4. Karena usia yang sudah lemah sehingga tidak mampu lagi berpuasa atau karena pembawaan fisiknya yang lemah.

Cara Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan Pada Bulan Ramadhan
1. Wajib membayar qadha saja pada hari lain, yaitu bagi :
- Orang sakit yang meninggalkan puasanya.
- Wanita yang sedang haidh.
- Wanita yang sedang hamil jika takut membahayakan dirinya.
- Wanita menyusui jika ia khawatir akan membahayakan dirinya dan anaknya.
2. Wajib membayar qadha dan fidyah, yaitu bagi wanita hamil dan menyusui yang karena takut berbahaya bagi janin / anaknya.
3. Wajib membayar fidyah saja, yaitu :
- Orang yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh.
- Orang yang sudah tua yang tidak mampu lagi berpuasa.
4. Wajib qadha dan membayar fidyah dan masih berdosa, yaitu orang yang sengaja meninggalkan puasa tanpa udzur syar’i.

Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan
1. Melaksanakan shalat tarawih dan shalat sunnah lainnya.
2. Memperbanyak membaca Al-qur’an atau tadarus lebih baik lagi mempelajari isinya dan mengajarkannya kepada orang lain.
3. Memperbanyak sedekah dan memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa.
4. Memperbanyak melakukan i’tikaf, yaitu berdiam di dalam masjid dengan diiringi niat.

Ketentuan Awal dan Akhir Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah puasa yang telah ditentukan waktunya yaitu selama bulan Ramadhan. Untuk menentukan awal dan akhir Ramadhan dapat ditempuh dengan 3 cara yaitu :
1. Dengan cara ru’yah yaitu melihat bulan tsabit tanggal 1 Ramadhan dengan mata kepala. Begitu juga dalam menentukan akhir bulan Ramadhan yaitu dengan melihat bulan tsabit pada tanggal 1 Syawal.
2. Dengan cara hisab yaitu dilakukan dengan jalan menggunakan perhitungan menurut ilmu falaq atau ilmu astronomi (ilmu perbintangan).
3. Dengan cara istikmal yaitu dimaksud dengan istikmal adalah menyempurnakan bilangan hari bulan Sya’ban menjadi 30 hari dan menyempurnakan bilangan hari bulan Ramadhan menjadi 30 hari.

Hikmah Puasa
Ibadah puasa mengandung beberapa hikmah, antara lain :
1. Sebagai tanda terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan segala kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya.
2. Puasa dapat memberikan pendidikan keyakinan terhadap adanya Allah SWT dengan segala peraturan-peraturanNya.
3. Puasa dapat memberikan pendidikan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang kepada golongan fakir miskin.
4. Puasa dapat menjaga kesehatan manusia baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani.
Puasa Nadzar

Nadzar adalah janji akan melakukan kebaikan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT baik dengan syarat maupun tidak dengan syarat.
Puasa Sunnah
1. Puasa 6 hari di bulan Syawal.
2. Puasa di hari Arofah.
3. Puasa pada hari ‘Asyuro.
4. Puasa pada hari Tasu’a.
5. Puasa pada pertengahan bulan qamariyah (Ayyaamul bidh)
6. Puasa pada hari Senin dan Kamis.
7. Puasa di bulan Muharram.

Hari-Hari Yang Diharamkan / Makruh Puasa
1. Hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
2. Pada hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah.
3. Hari syak yakni hari yang diragukan tentang adanya hilal pada awal Ramadhan atau masih pada akhir bulan Sya’ban.
4. Puasa khusus pada hari Jum’at, karena hari Jum’at adalah hari raya mingguan bagi umat Islam.
5. Puasa khusus pada hari Sabtu dilarang dan makruh hukumnya, karena hari Sabtu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi.
6. Puasa pada setelah pertengahan bulan Sya’ban menurut sebagian ulama hukumnya makruh.
7. Puasa terus-menerus sepanjang tahun termasuk dua hari raya dan hari tasyrik hukumnya haram.

Keutamaan Puasa
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi bersabda “ Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ta’ala berfirman, ‘kecuali puasa, untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. Ia telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku’. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi”

Manfaat Puasa
1. Puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri serta mewujudkan dan membentuk ketakwaan yang kokoh dalam diri.
2. Memberi manfaat pada segi kesehatan.
3. Mematahkan hawa nafsu.
4. Mengosongkan niat hanya untuk berfikir dan berdzikir.
5. Mensyukuri nikmat Allah SWT atas dirinya berupa serba kecukupan juga menjadikannya berbelas kasih kepada saudaranya yang memerlukan dan mendorongnya untuk membantu mereka.
6. Mempersempit jalan aliran darah ysng merupkan jalan setan pada diri anak adam.

Rahasia Puasa
1. Menguatkan jiwa
2. Mendidik kemauan.
3. Menyehatkan badan.
4. Mengenal nilai kenikmatan.
5. Mengingat dan merasakan penderitaan orang lain.

Tujuan Puasa
Adalah untuk menahan nafsu dari berbagai syahwat, sehingga ia siap mencari sesuatu yang menjadi puncak kebahagiaannya, menerima sesuatu yang menyucikannya, mematahkan permusuhan nafsu terhadap lapar dan dahaga serta mengingatkannya dengan orang yang kelaparan di antara orang-orang miskin, menyempitkan jalan setan. Puasa adalah untuk Allah SWT, tidak seperti amalan-amalan lainnya., ia berarti meninggalkan segala sesuatu yang dicintainya karena kecintaannya kepada Allah ta’ala.
Puasa yang disyariatkan
Puasa yang disyariatkan adalah puasanya anggota badan dari dosa-dosa, dan puasanya perut kita dari makan dan minum. Sebagaimana makan dan minum membatalkan dan merusak puasa. Demikian pula halnya dengan dosa-dosa, ia memangkas pahala puasa dan merusak buahnya. Sehingga memposisikannya pada kedudukan orang yang tidak berpuasa. Karena itu orang yang benar-benar berpuasa adalah orang yang puasa segenap anggota badannya dari melakukan dosa-dosa, lisanya berpuasa dari dusta, kekejian dan mengada-ada, perutnya berpuasa dari makan dan minum, kemaluannya berpuasa dari bersenggama.
Inilah puasa yang disyariatkan, tidak sekedar menahan diri dari makan dan minum. Dalam hadits shahih disebutkan : “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta kedunguan maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum” (HR. Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya).
Dalam hadits lain disebutkan “Betapa banyak orang puasa, bagian dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga” (HR. Ahmad, hadits Hasan Shahih).

Adab Puasa
Ketahuilah semoga Allah merahmatimu, bahwasanya puasa tidak sempurna kecuali dengan merealisasikan enam perkara yaitu :
1. Menundukkan pandangan serta menahannya dari pandangan-pandangan liar yang tercela dan dibenci.
2. Menjaga lisan dari berbicara tak karuan, menggunjing, mengadu lomba dan dusta.
3. Menjaga pendengaran dari mendengarkan setiap yang haram atau yang tercela.
4. Menjaga anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa.
5. Hendaknya tidak memperbanyak makan.
6. Setelah berbuka, hendaknya hatinya antara takut dan harap. Sebab ia tidak tahu apakah puasanya diterima ataukah ditolak oleh Allah SWT.
Sambut Dengan Gembira
Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang penting maka sepantasnyalah kalau kita menyambut kedatangan Ramadhan dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.
Kekeliruan Umum Selama Ramadhan
Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka” (HR. Ibnu Majah & Nasa’i).

Bacaan lain yang mungkin sobat cari :

Comments :

3 orang yang suka kasih pendapat to “Puasa”

teeesssssssssssssssss.siiiiipppppp brooooo.
btw boleh juga tu

cni-dc587 mengatakan...
on 

bentar lg puasa

cni-dc587 mengatakan...
on 

heee....

Herry Juliansyah mengatakan...
on 

Posting Komentar